Sampah Plastik Membanjiri Lautan dan Sungai Bumi Kita

Plastik bermanfaat untuk pengemasan barang, pakaian, makanan dan banyak lagi lainnya. Tetapi 2% dari plastik yang diproduksi berakhir di lautan.

Dari perspektif sejarah, plastik adalah fenomena yang sangat baru dan meresahkan bagi bumi ini. Total produksi plastik secara global pada tahun 1950 hanya sekitar kurang lebih sebanyak 2 ton (2,2 ton), itu sama seperti berat satu kendaraan Dodge Durango Sport. Pada tahun 2015, 65 tahun kemudian, yaitu dalam kurun waktu kurang dari satu masa hidup manusia, produksi sampah secara global mencapai 448 juta ton.

“Kita sedang menuju planet yang di penuhi plastik,” kata peneliti Universitas California yaitu Roland Geyer, yang ikut menulis makalah barunya. Mereka meminta perhatian lebih untuk masalah ini. Dia menambahkan bahwa pertumbuhan global dalam produksi plastik luar biasa dan sepertinya tidak akan melambat dalam waktu dekat. Para peneliti memperkirakan bahwa jika tren plastic saat ini berlanjut, pada tahun 2050 akan ada sekitar 12 miliar ton sampah plastik di dunia.

 

Problem recognized?

Source: greenpeace.org

Mengatasi polusi laut kini menjadi agenda internasional. Pada awal Juni 2018 di New York, Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Konferensi Kelautannya bertujuan untuk mendorong negara-negara anggota untuk mengedepankan proyek dan program untuk melindungi kesehatan ekosistem laut.

Setidaknya 8 juta ton limbah plastik berakhir di lautan dunia setiap tahun, menurut sebuah laporan oleh Ellen MacArthur Foundation. Laporan itu memperingatkan sampah plastik akan melebihi ikan pada tahun 2050 kecuali tindakan drastis diambil.

 

Langkah Mudah dan Sederhana Mengurangi Sampah Plastik di Rumah

  1. Bawa tas belanja. Jika Anda terbiasa menggunakan tas belanja plastik, mulai sekarang cobalah gunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali.
  2. Tempat makan dan botol minuman.
  3. Batasi pemakaian kemasan plastik.
  4. Makanan dalam wadah kaca.
  5. Daur ulang.